Minggu, 14 Oktober 2012

ANGGOTA PRAMUKA




Anggota Pramuka…..
ksatria teguh memegang janji
Teguh hati dan tak pantang putus asa
Sebab keputus asahan adalah bukan penyelesaian

Kamis, 11 Oktober 2012

LAMBANG KWARTIR DAERAH

Ini adalah Logo kwartir daerah sekaligus merupakan badge dari Gerakan Pramuka di Propinsi. Badge daerah merupakan salah satu tanda pengenal dalam gerakan Pramuka yang ditetapkan dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka no 055 tahun 1982 dan no 005 tahun 1989. Sesuai dengan peraturan tersebut bagde daerah berupa bentuk perisai dan bergambar ciri daerah tersebut. Nah, berikut ini adalah gambar logo kwartir daerah (badge daerah) yang berhasil penulis kumpulkan.

TRIK BENDERA PRAMUKA

http://kwaranlengkongkotabandung.files.wordpress.com/2012/03/tri_bendera.gif

MORSE

Morse sebenarnya nama orang Amerika yang menemukan sebuah cara agar setiap manusia dapat saling berhubungan. Cara tersebut ditemukannya pada tahun 1837 tetapi baru dapat diterima untuk dipergunakan di seluruh dunia tahun 1851 dalam Konferensi Internasional.

MATERI PANDEGA

Raimuna
adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka, seperti Raimuna Ranting, Raimuna Cabang, Raimuna Daerah, Raimuna Nasional.

Rabu, 10 Oktober 2012

STRUKTUR ORGANISASI PRAMUKA

Struktur Organisasi Pramuka



SERAGAM HARIAN PENGGALANG

Pakaian Seragam Harian, adalah pakaian yang dikenakan oleh semua anggota Gerakan Pramuka pada waktu melakukan kegiatan kepramukaan harian. Pakaian seragam harian juga digunakan pada waktu mengikuti upacara.

Selasa, 09 Oktober 2012

TEKNIK BERCERITA PRAMUKA SIAGA



PDF Print E-mail
Image1. Anak seusia Siaga mempunyai sifat-sifat suka mengkhayal, suka meniru, suka bermain.
2. Berpangkal pada sifat anak yang suka berimajinasi, maka kegiatan-kegiatan untuk Siaga harus dibungkus dengan ceritera-ceritera sederhana yang baik dan menarik.
3. Ceritera merupakan salah satu kesukaan bagi anak seusia Siaga, oleh sebab itu ceritera digunakan sebagai salah satu alat untuk mendidik.

LAMBANG PENDIDIKAN PRAMUKA

Image 
Pernahkah anda tahu bahwa lembaga pendidikan dan latihan Gerakan Pramuka ( Pusdiklat ) memiliki lambang tersendiri, seperti tampak pada gambar di atas. Terdiri dari bagian/ bentuk seperti mata rantai, Juluran lidah api, bintang, jantung yang berbentuk perisai dengan warna merah putih, garis tebal katulistiwa dan lain – lain yang masing masing memiliki arti/ makna. Lambang Pendidikan Gerakan Pramuka tercantum dalam Lampiran Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramukan nomor 073/KN/1977 tentang Lembaga Pendidikan orang  Dewasa dalam Gerakan Pramuka.

SANDI AMBALAN RACANA


Sandi Ambalan/ Racana


Pengertian.

Sandi Ambalan yaitu karangan atau ungkapan bebas berisi kode kehormatan dan gambaran pernyataan kata hati para pramuka penegak atau pandega di ambalan/ racana.

Cipta, rasa, karsa dan cita-cita terasa bermakna bagi para anggotanya, maka dengan adanya sandi ambalan/ racana dapat menunjukan sikap positif dan kreatif dalam kehidupan sehari – hari bagi ambalan/ racana tersebut.

AMBALAN PRAMUKA

Ketentuan umum

  • Ambalan terdiri dari paling banyak 40 orang Pramuka Penegak.
  • Ambalan Penegak putra terpisah dengan Ambalan Penegak putri.
  • Ambalan terdiri dari satuan-satuan kecil yang dinamakan “Sangga” yang masing-masing terdiri dari 5 sampai 10 orang Pramuka Penegak.
  • Pembentukan sangga dilakukan oleh Pramuka Penegak sendiri, dan bila diperlukan dapat dibantu oleh para Pembina dan Pembantu Pembina Pramuka Penegak.

CINT4 PRAMUKA

SEKILAS TENTANG PRAMUKA

GERAKAN PRAMUKA INDONESIA (The Indonesia Scout Movement)

Sejarah Kepramukaan

Scouting yang di kenal di Indonesia dikenal dengan istilah Kepramukaan, dikembangkan oleh Lord Baden Powell sebagai cara membina kaum muda di Inggris yang terlibat dalam kekerasan dan tindak kejahatan, beliau menerapkan scouting secara intensif kepada 21 orang pemuda dengan berkemah di pulau Brownsea selama 8 hari pada tahun 1907. Pengalaman keberhasilan Baden Powell sebelum dan sesudah perkemahan di Brownsea ditulis dalam buku yang berjudul “Scouting for Boy”.

SEJARAH PRAMUKA INDONESIA



Pramuka Indonesia
Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.
Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu

KEMAH BHAKTI


Menggala
-
Bupati Tulang Bawang Dr. Hi. Abdurachman Sarbini kemarin membuka Kemah Bhakti
di stadion Tiuh Tohou, Menggala. Kemah yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan
Olahraga bekerjasama dengan Pramuka Kwarcab Tulang Bawang itu sekaligus
menggelar outbond di kampung Tiuh Tohou, Kecamatan Menggala. Kepala Dinas
Pemuda dan Olahraga Dr. Hi. Akhmad Suharyo mengatakan, digelarnya Outbond
sebagai ajang pengembangan bakat serta melatih keterampilan dalam keberanian
pemuda yang mengikuti acara tersebut. â€Å“kegiatan outbond selain diikuti anggota
Kwarcab Pramuka Tulang Bawang, juga beberapa anggota PWI Tulang Bawang”
jelasnya.

BANTARA

SKU PENEGAK BANTARA


MATERI INI TIDAK MENGIKAT HANYA SEBAGAI BAHAN PERTIMBANGAN UNTUK MENUTUPI KEKURANGAN MATERI...!!!!

Penegak Bantara adalah tingkatan Syarat-syarat Kecakapan Umum pertama dalam satuan Pramuka Penegak sebelum Penegak Laksana. Golongan Pramuka Penegak yang belum menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) Penegak Bantara belum dianggap sebagai Pramuka Penegak dan disebut sebagai “Tamu Ambalan”, atau “Tamu Penegak”

SIAGA

Ilustrasi


PRAMUKA SIAGA

Siaga adalah sebutan bagi anggota Pramuka yang berumur 7-10 tahun. Disebut Pramuka Siaga karena sesuai dengan kiasan masa perjuangan bangsa Indonesia, yaitu ketika rakyat Indonesia meyiagakan dirinya untuk mencapai kemerdekaan dengan berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908 sebagai tonggak awal perjuangan bangsa Indonesia.

APA??? PRAMUKA???

Kalau ditanya mengapa banyak anak tidak atau kurang suka lebih tepatnya dengan ekstrakulikuler Pramuka adalah pertanyaan retoris karena sesungguhnya Pramuka yang saya kenal selama ini adalah suatu program sekolah yang saya pikir sebagai ekstra yang terlalu dibesar-besarkan keberadaannya apa lagi ekstra ini juga diwajibkan namun atas dasar apa saya juga tidak begitu tahu mungkin sebagai formalitas atau untuk menggali dana untuk kas OSIS atau mungkin yang lain saya kurang begitu tahu.

Gerakan Pramuka Bangkit

Pengantar
Gerakan Kepanduan Praja Muda Karana (Gerakan Pramuka) adalah gerakan pendidikan non formal, bersifat sukarela, non politik, terbuka untuk semua, tanpa membedakan asal usul, ras, suku bangsa dan agama.  Keberadaan  Gerakan Pramuka dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden (KEPRES) no.238 tahun 1961 tanggal 20 mei 1961 dan diresmikan pada tanggal 14 agustus 1961. Ada 3 (tiga) diktum Penting yang tercantum dalam KEPRES ini yaitu,

Kepemimpinan Yang Baik Diawali Berpakain Pramuka Yang Baik

Seragam Pramuka adalah suatu kostum yang dipakai seseorang sehingga dapat memberikan kesan bahwa pemakainya adalah seorang anggota Pramuka. Dibagian lain seragam pramuka dilengkapi pula dengan atribut berupa tanda-tanda yang melekat pada pakaian seragam pramuka. Sesuai dengan sistem pendidikan yang dilakukan di dalam Gerakan Pramuka, maka pakaian seragam inipun merupakan alat pendidikan, yang diharapkan dapat mempengaruhi sikap dan tingkah laku Pramuka yang mengenakannya. Di Gerakan Pramuka telah diatur dengan Petunjuk Penyelengaraan tentang Seragam Pramuka. Seragam Pramuka memiliki nilai histories, dimana penggunaan warna coklat muda dan coklat tua mengingatkan para pramuka akan pakaian yang digunakan oleh pejuang-pejuang kita di masa revolusi yang lalu, dan para prajurit yang berada di garis pertempuran. Oleh karena itu penggunaan pakaian seragam ini dipakai untuk menanamkan jiwa patriotisme yang besar dikalangan Pramuka. Di samping itu pakaian seragam ini harus praktis, menarik, menyenangkan dan membanggakan bagi pemakainya.

GERAKAN PRAMUKA MEMPERSIAPKAN KADER BANGSA

Peringatan Hari Jadi Gerakan Pramuka Tahun 2012
Gerakan Pramuka
Mempersiapkan Kader Pemimpin Bangsa
Pengantar 
Tulisan ini dipersembahkan dalam rangka peringatan Hari Jadi Gerakan Pramuka tahun 2012 .Sekarang usia Gerakan Pramuka sudah mencapai 51 tahun, yaitu dihitung dari tahun 1961 sampai dengan tahun 2012, ditandai dengan lahirnya keputusan presiden RI Nomor 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka. Telah dapat menyatukan berbagai kepanduan yang pernah ada di Republik Indonesia, melebur menjadi satu wadah yaitu Gerakan Pramuka. Presiden RI menandatangani Kepres tersebut pada tanggal 20 Mei 1961, tetapi Gerakan Pramuka diresmikan pada tanggal 14 Agustus 1961, ditandai dengan penyerahan panji Gerakan Pramuka dari Presiden RI Soekarno kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX selaku kakwarnas Gerakan Pramuka.Oleh sebab itu tanggal 14 Agustus ditetapka sebagai hari jadi Pramuka.

GERAKAN PRAMUKA RAWAN DEGRADASI

Pada peringatan hari Pramuka ke 50 yang lalu , Gerakan Pramuka telah menyelenggarakan Pengibaran bendera Merah putih terbesar dengan moment Dive Pramuka Emas di pantai Pasir Putih Situbondo, demikian pula dilaksanakan kegiatan estafet tunas kelapa dari penjuru tanah air, yang terakhir pengibaran bendera Merah Putih di pulau sebatik yang dilakukan Pramuka Saka Bahari. Masih banyak event lainnya yang pokok utamanya adalah menanamkan kesadaran berbangsa, belanegara dan kecintaan pada tanah air di negara ini Kegiatan besar semacam itu bukan sekedar simbol, namun memiliki arti besar bagi gerakan pramuka dalam upaya membangun karakter bangsa ini melalui generasi muda yang tergabung dalam Gerakan Pramuka.

PRAMUKA DI KAMPUS? : MASIH EKSISKAH?

Pramuka di kampus? Praja Muda Karana itu memangnya masih ada? Begitu tanggapan sebagian dari kita jika bicara tentang Pramuka di kampus. Tak heran banyak yang bertanya-tanya, karena memang banyak kampus di Indonesia tak ada aktivitas Pramuka.
Mengapa tak banyak kampus memiliki aktivitas Pramuka? Alasannya bisa beragam. Peminatnya kurang, ada anggapan Pramuka itu kuno, ketinggalan zaman alias zadul juga berkembang. Bahkan, mereka yang menjadi anggota Pramuka Pandega di kampus pun tak sedikit menerima ”ledekan” semacam itu.
Kenyataan seperti ini tentunya memprihatinkan, apalagi mahasiswa adalah cikal bakal pemimpin bangsa, tapi tak tahu benar apa sisi positif dari kegiatan gerakan Pramuka. Mereka menjauhi, tak memilihnya sebagai pilihan kegiatan di kampus, maka di banyak kampus Pramuka pun tak eksis.
Namun, dari sekian banyak kampus yang tak memiliki Gerakan Pramuka, masih ada kampus-kampus yang terus menjalankan aktivitas Pramuka. Memang tak banyak mahasiswa di kampus tersebut menjadi anggota Pramuka, tapi dari yang sedikit bergabung menjadi anggota itulah diharapkan gerakan Pramuka terus bergulir.
Membanggakan
Labibul, mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) angkatan 2006, sudah bergabung menjadi anggota Pramuka sejak masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (setara SD). Kegiatan Pramuka berlanjut hingga ia masuk SMP di Bumi Ayu Brebes, Jawa Tengah, dan STM Widya Karya Purwokerto, Jawa Tengah.
”Saat saya masuk UNJ, otomatis saya melanjutkan kegiatan Pramuka ini. Bisa dibayangkan waktu saya pertama kali masuk kampus dengan memakai seragam Pramuka, sementara teman-teman saya di Fakultas Teknik kebanyakan lulusan STM, waaah, habis saya diledekin. Dibilang: zadul, kuno,” tutur Labibul.
Namun, ledekan-ledekan yang mengepung Labibul tak dihiraukannya. Dia tetap fokus dengan aktivitas Pramuka yang sudah dicintainya sejak masih kanak-kanak.
”Ada banyak keterampilan yang saya kuasai karena keikutsertaan saya di Pramuka. Kalau saya belajar keterampilan itu di luar Pramuka, wah saya pasti harus mengeluarkan dana besar. Jadi saya melihat keuntungan ikut Pramuka karena diri saya berkembang di dalam Pramuka,” kata Labibul.
Hal yang sama pun dialami Arif Fahrurozi yang kini menjadi anggota Dewan Kerja Daerah (DKD) Pramuka Penegak Pandega Kwartir Daerah Jambi. Fahrurozi yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi ini juga sempat diledek teman-teman kampusnya ketika bergabung dengan Gerakan Pramuka di Universitas Jambi.
”Saat awal saya pakai seragam Pramuka, teman-teman yang ikut unit kegiatan lain di kampus meledek habis saya. Tapi tak saya pedulikan. Sekarang setelah saya menjadi anggota DKD, mereka baru sadar bahwa Pramuka itu enggak cuma tepuk-tepuk tangan saja,” kata Fahrurozi bangga.
Anggota Pramuka dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Nuramelia, lebih beruntung. Mahasiswi Jurusan Pendidikan Biologi angkatan 2009 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Kejuruan ini tak pernah merasakan ledekan teman-teman kampusnya.
”Teman-teman di UIN sangat menghargai pilihan kegiatan teman-teman lain,” kata Amel, panggilan Nuramelia.
Membuktikan diri
Meskipun diledek teman, mereka tetap jalan terus dan terpacu untuk membuktikan kepada teman-teman di kampus bahwa melalui Pramuka mereka bisa mengembangkan diri.
Aktivitas Racana (Pramuka setingkat Perguruan Tinggi) UNJ digelar tiap hari Sabtu sore. Ada baris berbaris, ada pula pemberian berbagai macam materi. Materi yang diberikan kepada anggota Pramuka setiap minggu berbeda. Ada fotografi, panjat tebing, hasta karya , keterampilan bahan daur ulang, belajar teknologi dengan membongkar pasang komputer atau televisi, dan belajar multimedia dengan membuat website.
”Saya mendapatkan banyak hal positif bergabung dengan Pramuka. Saya menjadi lebih percaya diri dan mendapat keterampilan. Contohnya saya bisa mendapatkan training gratis 4 bulan di Cibubur Aeromodeling Club. Kalau saya harus bayar sendiri, wah berapa itu?” kata Labibul.
Labibul pun berulang kali menjadi panitia di berbagai acara Pramuka. Seperti menjadi panitia Pertemuan Pramuka Luar Biasa tingkat Nasional dan panitia Jambore Asean 2008 di Cibubur, Jakarta Timur. Semua pengalaman tersebut semakin memperkaya dirinya.
Arif Fahrurozi membuktikan sebaliknya bahwa Gerakan Pramuka itu bukan gerakan zadul atau ketinggalan zaman. Justru Gerakan Pramuka yang ia ikuti terus membawanya maju mengembangkan diri.
”Anggota Pramuka di Universitas Jambi ini memang ada ratusan orang, tapi yang aktif hanya 40 orang. Ya barangkali karena kesibukan teman-teman. Kalau kegiatan rutin kami ya hari Sabtu saja,” kata Fahrurozi.
Yang membanggakan Fahrurozi, dengan bergabung menjadi anggota Pramuka, ia sering mengikuti event di tingkat nasional. ”Setiap tahun selalu ada event nasional, kalau unit kegiatan lain belum tentu ada acara tingkat nasional setiap tahun. Ketua DKD Pramuka Kwartir Daerah Jambi bahkan dikirim ke Amerika Serikat selama dua bulan untuk melatih Pramuka di sana,” kata Fahrurozi.
Selain menjadi lebih percaya diri, Pramuka membuat Fahrurozi menjadi mandiri, bisa menghadapi/melihat masalah tidak hanya dari satu sisi.
Hal yang sama juga dirasakan Amel. Ia pun bangga menjadi anggota Pramuka. Racana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta aktif mengikuti Pendidikan Latihan Dasar di Semarang, Perkemahan Wira Karya Nasional di Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam, juga latihan berkomunikasi dengan Pramuka dari negara lain melalui radio amatir/internet adalah hal lain yang membuat Amel merasa bangga.
Artinya, kegiatan Pramuka terus berkembang sesuai dengan kemajuan zaman. Seragam Pramuka memang tak berubah, tapi isi kepala anggota Pramuka ternyata tak sezadul yang dikira. Jadi, tak ada salahnya menghidupkan aktivitas Pramuka di kampus kita.
Kompas. Selasa, 4 Januari 2011

MENGAPRESIASI PRAMUKA

Sebagian besar dari kita pernah merasakan manfaat dari kegiatan praja muda karana (pramuka) tetapi hanya sebagian kecil yang tahu persis potensi dan manfaatnya. Faktor penyebabnya beragam, mulai faktor eksternal persepsi publik tentang gerakan pramuka yang (hanya) sekadar tepuk-tepuk tangan hingga faktor internal seperti minimnya publikasi kegiatan pramuka di media massa.
Bahkan sedikit orang yang tahu bahwa pada usianya yang ke-50 pada tahun ini, Gerakan Pramuka Indonesia (Indonesia Scout Movement-http://www.pramuka.or. id/) merupakan satu-satunya gerakan kepanduan di Indonesia seperti diatur dalam UU Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.
Dengan potensi SDM yang lebih beragam, publik boleh berharap ke depan kita akan melihat wajah anggota pramuka yang lebih baik. Sebagai lembaga pembentuk karakter, pramuka mempunyai beberapa potensi yang tidak banyak diketahui oleh publik secara luas. Salah satunya adalah pramuka luar biasa (PLB).
Pramuka luar biasa adalah sebutan bagi anggota pramuka yang berkebutuhan khusus, berbeda dari pramuka ’’biasa’’. Penyelenggaraan kegiatan PLB bernaung di bawah gugus depan luar biasa. Baik yang melingkupi semua jenis ketunaan, atau hanya satu jenis ketunaan tergantung spesifikasi masing-masing sekolah luar biasa (SLB). Pembina dan pedoman pembinaannya disesuaikan dengan masing-masing ketunaan. Bahkan syarat kecakapan khusus (SKU) pramuka luar biasa, disesuaikan dengan ketunaan masing-masing (PP Nomor 272 Tahun 1993).
Namun, jika ketunaan yang dimiliki tidak berat, kegiatan PLB dapat dilakukan dalam gudep terpadu dan inklusif, gudep biasa yang sebagian anggotanya pramuka berkebutuhan khusus atau mempunyai gangguan fisik, emosi, perilaku, dan sosial. Melalui gudep ini, pramuka luar biasa dididik secara sama bersama-sama anggota pramuka yang lain.
Di Jawa Tengah, sinergi semacam ini pernah dilakukan dalam Raimuna Daerah di Cilacap tahun 2009, karena perkemahannya juga melibatkan anggota pramuka luar biasa. Adanya gugus depan luar biasa membuktikan bahwa pramuka luar biasa juga mempunyai hak, kewajiban, peran, dan kesempatan yang sama untuk berkembang.
Minat atas Gerakan Pramuka memang selayaknya tidak dibatasi oleh keterbatasan yang dimiliki manusia, baik keterbatasan yang bersifat fisik, emosi, perilaku, maupun sosial. Selama seorang anak masih terhimpun dalam usia siaga, penggalang, penegak, pandega, statusnya tetap menjadi peserta didik pramuka.
Menyikapi Peluang
Salah satu SLB yang berhasil mengembangkan pramuka luar biasa sebagai pilihan kegiatan ekstrakurikuler adalah SLB Negeri Semarang. Sebagai lembaga pendidikan formal yang khusus mendidik anak-anak yang mempunyai kelainan, sekolah ini berhasil membuktikan bahwa di tengah keterbatasan itu tersimpan potensi luar biasa yang dapat digali oleh setiap orang.
Berbicara tentang pramuka luar biasa, kita mengenal beberapa kategori anak berkebutuhan khusus berdasar ketunaannya, antara lain tunanetra, tuna ungu-wicara, tunagrahita, tunadaksa, dan tunalaras. Dalam pramuka luar biasa pun, kategorinya dibedakan antara lain menjadi kelompok A (tunanetra), B (tunarungu), C (tunagrahita), D (tunadaksa), dan E (tunalaras). Pembedaan ini memengaruhi pola penyampaian materi kepramukaan.
Bagi anggota pramuka biasa, sandi hanya dimaknai sebagai media pembelajaran yang dapat melatih ketelitian, daya ingat, kecerdasan, dan konsentrasi. Sementara bagi pramuka luar biasa, sandi merupakan alat komunikasi yang nyata, bukan hanya sekadar simulasi. Bagi tunanetra misalnya, media yang paling efektif sebagai sarana pengirim pesan adalah suara. Maka proses transformasi materi dapat dilakukan dengan sandi morse melalui media peluit.
Berbeda halnya bagi anggota pramuka tunarungu dan wicara, yang menggunakan cahaya atau bahasa isyarat sebagai media komunikasi. Bagi kategori ini, materi kepramukaan seperti semafor mempunyai nilai tambah yang tidak dirasakan oleh pramuka biasa. Kesadaran akan potensi Gerakan Pramuka ini seharusnya terus diapresiasikan agar anggota pramuka lebih peka menyikapi peluang. (Sumber: Suara Merdeka, 4 Juni 2011).
Pramuka Penggalang PDF Print E-mail
Penggalang adalah sebuah golongan setelah pramuka Siaga . Anggota pramuka penggalang berusia dari 11-15 tahun. Disebut Pramuka Penggalang karena sesuai dengan kiasan pada masa penggalangan perjuangan bangsa Indonesia, yaitu ketika rakyat Indonesia menggalang dan mempersatukan dirinya untuk mencapai kemerdekaan dengan adanya peristiwa bersejarah yaitu konggres para pemuda Indonesia yang dikenal dengan " Soempah Pemoeda" pada tahun 1928 .
Kode kehormatan Kode Kehormatan bagi Pramuka Penggalang ada dua, Tri Satya (janji Pramuka Pengalang), dan Dasa Darma (ketentuan moral Pramuka Penggalang).
Adapun isinya (Hasil Munaslub 2012) adalah:
Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
- Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila
- menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
- menepati Dasadarma.
Dasadarma
1. Taqwa Kepada Tuhan Yang maha Esa.
2. Cinta Alam dan kasih sayang sesama manusia.
3. Patriot yang sopan dan kesatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah.
5. Rela menolong dan tabah.
6. rajin, trampil dan gembira.
7. Hemat, cermat dan bersahaja.
8. Disiplin, berani dan setia.
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
Satuan Satuan terkecil dalam Pramuka Penggalang disebut Regu dan Kesatuan dari beberapa Regu disebut Pasukan. Setiap Regu beranggotakan 6-8 orang Pramuka Penggalang dan dipimpin oleh seorang Pemimpin regu ( Pinru ) yang dipilih oleh anggota regu itu sendiri. Masing-masing Pemimpin Regu ini nanti akan memilih satu orang dari mereka yang akan menjadi Pemimpin regu Utama yang disebut Pratama. Pasukan yang terdiri dari beberapa regu tersebut dipimpin oleh seorang Pratama.
Dalam Golongan Pramuka Penggalang ada tiga tingkatan, yaitu:
1. Penggalang Ramu
2. Penggalang Rakit
3. Penggalang Terap
Image 
Setiap anggota Penggalang yang telah menyelesaikan SKU ( Syarat Kecakapan Umum ) berhak mengenakan TKU ( Tanda Kecakapan Umum ) sesuai tingkatannya yang dikenakan pada lengan baju sebelah kiri dibawah tanda barung berwarna dasar Merah. TKU untuk Penggalang berbentuk sebuah janur yang terlipat dua dengan gambar Manggar yakni nama bunga pohon kelapa.

GLADIAN PIMPINAN SATUAN

QQQ
Gladian Pimpinan Satuan, adalah kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega bagi Pemimpin Sangga Utama, Pemimpin Sangga, dan Wakil Pemimpin Sangga, yang bertujuan memberikan pengetahuan di bidang manajerial dan kepemimpinan. Dianpinsat diselenggarakan oleh gugusdepan, kwartir ranting atau kwartir cabang. Kwartir daerah dan Kwartir Nasional dapat menyelenggarakan Dianpinsat bila dipandang perlu.

PENEGAK

Ada beberapa tingkatan dalam Penegak yaitu :
1 Penegak bantara 
2 Penegak laksana
    dimana tingkatan tersebut penegak laksana ialah tingkatan tertinggi dalam Golongan Penegak. Selain itu bagi pramuka penegak yang belum mendapatkan tanda pengenal Penegak Bantara, disebut dengan Penegak Tamu. Satuan Satuan terkecil Pramuka Penegak disebut Sangga yang terdiri atas 6 sampai 10 orang Penegak. Sangga dipimpin salah seorang Penegak yang disebut Pimpinan Sangga (Pinsang). Setiap 4 Sangga dihimpun dalam sebuah Ambalan, yang dipimpin Pradana. Ambalan dipimpin oleh seorang Ketua yang disebut Pradana, seorang sekretaris yang disebut Krani, seorang Bendahara yang disebut Hartaka, dan seorang Pemangku Adat. Setiap Ambalan mempunyai nama yang bermacam-macam, bisa nama pahlawan, tokoh pewayangan dan lain sebagainya yang disesuaikan dengan karakter ambalan tersebut. Contohnya adalah nama Ambalan SMA Korpri Bekasi adalah "Arjuna" (Ambalan Putra) dan "Srikandi" (Ambalan Putri), selain itu juga ada ambalan yang putra dan putrinya jadi satu, misalnya Ambalan Soeringgit dengan pasukan intinya Korps Soeringgit 149. Kode Kehormatan Kode Kehormatan untuk Pramuka Penegak terdiri atas Satya (janji) dan Ketentuan Moral (Dharma) Janji Pramuka Penegak disebut Satya Pramuka. Berikut bunyi Satya Pramuka Penegak: Satya Pramuka Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan negara kesatuan Republik Indonesia,Mengamalkan Pancasila, menolong sesama hidup, ikut serta membangun masyarakat, serta menepati Darma Pramuka. Ketentuan Moral Pramuka penegak disebut Darma Pramuka. Berikut isi Darma Pramuka Penegak:

 DARMA PRAMUKA
 1 Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
 2 Cinta alam dan kasih sayang kepada manusia
 3 Patriot yang sopan dan ksatria
 4 patuh dan suka bermusyawarah
 5 rela menolong dan tabah
 6 Rajin, trampil, dan gembira
 7 Hemat, cermat, dan bersahaja
 8 Disiplin, berani, dan setia
 9 Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
 10 Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan

      Kegiatan-kegiatan Penegak Kegiatan Pramuka Penegak adalah perwujudan dari sumpah di atas. Berikut ini acara-acara pertemuan Penegak:
 1 Lompat Tali (Kegiatan ini dilaksanakan di masing-masing Ambalan)
 2 Pelantikan penegak, Penegak Bantara & Laksana
 3 Gladian Pimpinan Sangga (DIANPINSA)
 4 Raimuna (Rover Moot)
 5 Perkemahan Wirakarya (Community Development Camp) Perkemahan Bhakti (sama dengan Perkemahan Wirakarya tetapi merupakan acara Satuan Karya) Jamboree On The Air (JOTA) dan Jamboree On The Internet (JOTI) Lain-lain Bentuk barisan upacara Pramuka penegak adalah Perlombaan dimana Pinsa berada disamping kanan barisan dan anggotanya berbaris seperti umumnya(berbanjar) Pramuka Penegak selain aktif di Ambalannya masing-masing juga dapat bergabung dalam Satuan Karya Pramuka (Saka) semisal Saka Bhayangkara (diselenggarakan oleh Polri), Saka Wanabhakti (diselenggarakan oleh Perhutani) dan lainnya.

PIONERING

Apakah yang dimaksud dengan Pionering ? Nah pionering adalah membuat bangunan darurat. Bangunan darurat ini dapat dicontohkan seperti : Menara, Jembatan, Gapura, Perlengkapan perkemahan dll. Pionering dapat dibuat dengan menggunakan bahan utama yaitu kayu, bambu, rotan, besi, dll. Jadi dalam pembuatan pionering kita tidak bisa terlepas dengan " Tali-temali ". Alat lain yang menunjang pembuatan pionering adalah seperti : gergaji, tali, penarik, pisau atau gunting, dan palu. Silahkan saja sekarang klik link dibawah untuk melihat contohnya!

Senin, 08 Oktober 2012

BUMI PERKEMAHAN YANG MENEGANGKAN

Di keheningan pagi buta, aku terbangun dan ingin melaksanakan aktivitas qiyamullail. Suasana gelap gulita di tengah rerumputan ilalang. Aku melihat keluar tenda, terdengar suara aneh dan menyeramkan─suara elang, jangkrik, tokek dan kodok. Suara mereka nyaring. Aku berusaha untuk urungkan niat keluar. Tapi hatiku yang lain mengatakan bahwa aku harus bangkit dan keluar menuju kamar mandi. Aku pun berniat meminta teman untuk menemaniku. Namun, semuanya lagi pada tidur. Aku urungkan niatku karena aku yakin besok pagi aktivitas sangat padat. Langkah demi langkah kakiu berjalan, aku memegang sebuah senter di tangan sendirian. Jaraknya cukup jauh dari tenda. Persis seperti kita berada di sebuah hutan rimba. Aku melihat bayang-bayang dan suara-suara aneh. Tubuhku mulai gemetaran, bulu kuduku mulai merinding dan berdiri. Dalam hati aku hanya membaca ayat kursi. Setelah berwudhu aku berjalan cepat menuju ke lokasi, sampai aku berlari menuju tenda. Takut nanti ada yang menculik aku, bisa ‘berabeh’ deh. Alhamdulillah... akhirnya aku sampai di tenda. Untung aku nggak nyasar. Kalau nyasar, habislah aku disembunyikan oleh jin *** Tiga puluh menit kemudian terdengar suara yang ribut di luar tenda. “TAR… TAR… TAR… TARRRRR!” Suara peluru sambung-menyambung tiada henti selama 30 menit. Semuanya pada bangun dan suasana menjadi heboh. “Ada apa itu?” “Ada perang kah atau ada teroris di sini?” “Benar-benar, gendeng surendeng deh. Jantungku hampir copot,” teriak histeris teman-temanku seperti kambing kebakaran buntut. Bias panik menyelimuti wajah teman-teman. Aku hanya tersenyum memandang wajah mereka. Tiba-tiba, salah satu temanku yang lemah gemulai memelukku dengan badan gemetaran. Aku terkejut. Dia sampai menangis karena ketakutan. Maklum ‘anak mami’, jadi agak sedikit manja. Emang susah jika mengajak orang seperti ini ikut camping. Tapi karena ia pintar, harus ikut demi mengharumkan nama sekolah. “Huahahaha…!” Rina tertawa terbahak-bahak melihat temannya ketakutan begitu. “Huahahaha… uhuk..uhuk..uhuk!” Rina sampe keselek ketelen tawanya sendiri. “Rasain, itulah akibatnya jika mengejek kawan sendiri” “Sudah-sudah.. jangan diributkan lagi masalah ini. Mending kita tanyakan saja sama kakak Pembina besok pagi ketika matahari telah terbit,” tukasku pada teman-teman. ***** Di lapangan telah berkumpul semua peserta camping dari berbagai kabupaten dan kotamadya Sumatera Utara. Seperti biasa mulai diadakan latihan pemanasan, olah raga pagi. Lalu upacara dan beraktivitas. Ternyata di sini juga sebagai tempat latihan para tentara Angkatan Darat. Halangan dan rintangan juga sudah disiapkan. “Teman-temanku, lihat halangan dan rintangannya. Kayaknya seruuu!” “Ya seru….” Aku pun mengangguk. Rintangan pertama, aku harus melewati satu balok panjang dengan cara berjalan di atasnya sedangkan di bawahnya adalah sebuah lubang parit yang lebar dengan ribuan sampah dedauan. “Alhamdulillah, untung aku ga jatuh ke bawah. Kalau jatuh bisa berubah jadi dekil dan bau deh. Malu ama tentara yang cakep-cakep di sini hehehe.” Mulai deh rayuan gombalku dalam berkata-kata. Rintangan kedua, aku juga harus melewati satu balok panjang dengan cara berjalan di atasnya. Bedanya adalah di bawahnya ada sebuah parit yang lebar dengan berbagai serpihan kaca. Mulai aku berjalan perlahan-lahan dan konsentrasi. Mata ku sudah berkunang-kunang karena gemetaran dan membayangkan gimana kalau jatuh ya. Bisa luka-luka nih tubuh. Tiap langkah demi langkah aku teriak, “Aku bisa… aku bisa… aku bisaa...” Saat hampir tiba di ujung balok kayu itu tiba-tiba kaki lemes dan aku terduduk, sambil jalan ‘mengesot-ngesot’ akhirnya sampai juga deh di ujungnya. “Huuhh... huuhh...” desah nafasku berontak tak tau arahnya lagi. Rintangan ketiga, aku harus melewati jaring-jaring kawat berduri. Rintangan ini benar-benar melatih kesabaran kita. Karena kita akan merayap-rayap di rumput. Seperti ular yang sedang menari-nari di atas tanah mencari mangsanya. Hehehe. Benar-benar ampun deh, perlahan-lahan kaki dan tangan memainkan perannya hingga menuju akhir finish. “Alhamdulillah, kepalaku dilindungi jilbab, walaupun kena sedikit tapi tidak terluka atau berdarah,” gerutuku di dalam hati. Rintangan keempat, aku harus melewati sebuah parit besar yang berisikan air kotor dengan seutas tali yang dipegang dan mengayun sampai ke ujung finish. “Waduh, bagaimana nih. Sekali ini aku benar-benar seperti tarzan yang bermain di ranting-ranting pepohonan. Tinggal teman-teman monyetnya aja yang dipanggil.” Aku mengeluh dan sedikit protes. Kakak Pembina bilang, “Peganglah tali dengan erat dan mundur sejauh mungkin agar bisa melompat dengan jauh, lalu ayunkan tubuh dan bermainlah dengan hati dan jiwa agar pengukurannya tepat sampai sasaran”. “Alhamdulillah, aku sampai lagi dengan selamat. Hehehe, aku berhasil.” Tapi kasihan temanku, dia basah kuyup karena terjatuh dan bermandikan air kotor. “Huhu...huhu… hiks… hiks…” Temanku malu dan menangis karena badannya bau dan kotor. Wajahnya pun tak keliatan lagi karena hitam, dekil dengan rambut panjang yang berserakan, persis ‘hantu’ di siang bolong. Hehehe. Aku pun menyeka airmata matanya dengan sapu tangan yang kumiliki. Kegiatan selesai, semua peserta kembali ke tenda masing-masing. ***** Hari ketiga pun tiba.… “Kejutan apalagi ya hari ini. Hmm, ternyata kegiatan hiking..” Hari ini aku dan teman-teman tak bisa mandi. Karena kelelahan aktivitas kemarin, jadi kesiangan deh ke kamar mandinya. Akhirnya hanya cuci muka dan sikat gigi saja. “Sudah lumrahlah bagi anak Pramuka tidak mandi. Yang penting wangi dan bersih, tidak kelihatan dekil,” tukas ketua pramuka berbicara kepada semua anggotanya. Aku pun setuju, yang penting jangan sampai telat ikut upacara apel pagi hari. Hukumannya adalah push-up dan sit-up sampai 50x. Gila boo.. Capek banget jika harus terjadi. Bisa-bisa pingsan aku. Wkwkwk... Perjalanan hiking pun dimulai setelah peluit berbunyi. Aku dan teman-temanku berjalan-jalan ala berbaris gaya tentara sambil bernyanyi. Bangun pemuda-pemudi Indonesia. Tangan bajumu singsingkat untuk negara. .Masa yang akan datang, kewajibamu lah. Menjadi tanggunganmu terhadap nusa…. Lantunan nyanyian serempak dari suara anggota Pramuka yang berkorbar mampu menyemangati jiwa kami. Terik matahari pun mulai terasa. Tenggorokan kering dan mulai semakin haus sampai ludah sendiri ditelan. “Aneh.… Macem mana nih. Sudah lebih dari 2 jam kita berjalan sampai melewati ilalang, jembatan, jalan besar, sungai, tapi kok ga sampai-sampai ya. Mana air tinggal satu botol,” seru temanku sambil kesal. Lama kelamaan persediaan airpun habis. Kami bingung, karena kami dilarang membeli air minum di jalan dengan menggunakan uang. Kalau ketahuan akan ada sangsinya. Akhirnya aku dan teman-temanku memberanikan diri untuk meminta air pada tetangga di sini. Alhamdulillah, airpun sudah terisi dengan penuh. Tapi rasa airnya aneh seperti air mentah. “Ahh, sudahlah. Minum saja. Positive thinking-lah kita ama warga disini,” seru ketua Pramuka kepada anggotanya. “Betul juga frend. Daripada kita mati kehausan. Kering kerontanglah tubuh kita. Bisa pingsan di jalan yang sunyi dan tidak tau arah. Persis kayak tengkorak kurus yang tak berdaging karena hausnya, hehehe...” teriakku pada teman-teman, walaupun sebenarnya perasaanku tidak enak takut keracunan. Tapi ya sutralah. Yang penting aku tidak dehidrasi. Alhamdulillah,… Allahu Akbar… Akhirnya kami sampai juga di lokasi tujuan. Aku dan teman-teman istirahat sambil menikmati indahnya taman dengan hamparan tumbuh-tumbuhan yang hijau dan udara sejuk dengan semilir angin sepoi-sepoi. “Kalau tau perjalanan akan seperti ini aku tidak akan ikut.” Gerutuku pada teman-teman. Tapi perjalanan camping beberapa hari ini emang sangat seru dan memberi kesan yang tak akan pernah aku lupa sehingga aku tahu banyak hal mengenai kehidupan alam sekitarnya dengan beragam corak manusia. “Betul itu yang kau bilang kawan,” sela temanku saat aku berbicara pada ketua. Selanjutnya kita semua duduk dengan santai dan khidmat sambil makan. *********************************************************************

ZIARAH KE MAKAM TOKOH PRAMUKA

Dalam rangka peringatan ulang tahun Gerakan Pramuka ke- 51 dan 100 tahun Gerakan Kepanduan di Indonesia, Ketua Kwartir Nasional, Kak Azrul azwar di dampingi Wakil Ketua Bidang Humas & Informatika, Kak Kodrat Pramudho, Wakil Ketua Bidang Usaha & Kemitraan Dana, Kak Bray. Sri Hardani Hadikusumo, sejumlah Andalan Nasional Kak Evi Sudarmadi, Kak Soviati Aswin dan Kepala Biro Keuangan Kwartir Nasional, Kak Fatudhin pada tanggal 28-29 Agustus 2012 melaksanakan ziarah ke tempat peristirahatan terakhir para Tokoh Pahlawan Nasional yang sekaligus juga Tokoh Pramuka, antara lain: Sri Sultan HB IX di Imogiri, Jogyakarta, Mantan Presiden RI era Orde Baru, Soeharto & Tien Soeharto di Astana Giri Bangun, Solo, Jawa Tengah dan Mantan Presiden RI era Orde Lama Bung Karno di Blitar, Jawa Timur. “Kita sudah sepatutnya mengenang jasa-jasa beliau yang sangat besar artinya bagi Pramuka dan yang lebih terpenting lagi kita sedapat mungkin meneladaninya, sehingga bangsa ini bisa maju dimasa mendatang”, Ungkap Kak Azrul Seperti biasanya, setiap perayaan hari Ulang Tahun Pramuka, ziarah diserahkan pada masing-masing daerah. Namun kali ini diadakan secara kebersamaan antara Kwartir Daerah dan Kwartir Nasional. Nyatanya dengan kebersamaan terasa lebih harmonis dan meriah. Ini terbukti di tiap-tiap tempat ziarah dihadiri oleh Aparat Desa dan Kota, Pengurus Kwartir, Para Pembina Pramuka, tidak ketinggalan ratusan anggota Pramuka Siaga, Penggalang dan Penegak ikut memeriahkan acara ini. Inti dari acara ziarah adalah memanjatkan do’a kepada Tuhan Yang Maha Esa dilanjutkan tabur bunga di pusara. Di Kota Blitar Ketua Kwarnas, Kak Azrul didampingi Ka Kwarcab, H.Purnawan Buchori dan Kepala Perpustakaan Proklamator Bung Karno menyempatkan berdialog dengan para Mabigus dan Andalan Cabang se-Kota Blitar dalam acara Sarasehan Nasional yang mengusung tema “Tingkatkan Kemandirian Gerakan Pramuka Untuk Keberhasilan Pembentukan Karakter Kaum Muda” diikuti lebih kurang 90 peserta. Dan melihat dari dekat berbagai koleksi, foto, lukisan, buku cetakan dan tulisan yang pernah dibaca oleh sang Proklamator yang terpajang rapi di Musium Bung Karno itu. Bahkan rumah tempat kelahirannya sempat disambangi. Disana semua barang peninggalan keluarga besar Soekarno kecil hingga dewasa malahan sudah menjadi Presiden masih tertata rapi dan terawat dengan baik. (Siswanto) (Sumber berita: Humas-Kwarnas)

"SATU PRAMUKA UNTUK SATU INDONESIA"

Jakarta: Rancangan Undang-undang Kepramukaan masih dalam pembahasan di Komisi X DPR RI. Sikap pemerintah jelas terhadap Gerakan Kepramukaan, yaitu hanya ada satu Pramuka untuk satu Indonesia, kata Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, pada pembukaan Rakernas Gerakan Pramuka 2010 di Cibubur, Jakarta, Jumat (23/4) pagi. Sebelumnya, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar berharap DPR secepatnya menyelesaikan Rancangan Undang-undang Kepramukaan, bukan RUU Kepanduan. “Pada pertemuan dengan Komisi X beberapa waktu lalu, semua sepakat UU itu adalah UU Gerakan Pramuka, bukan UU Kepanduan,” ujar Azrul yang meminta dukungan Menpora agar mendorong percepatan pengesahan UU Gerakan Kepramukaan. Menanggapi hal tersebut, Menpora mengatakan bahwa posisi pemerintah mengenai RUU Gerakan Kepramukaan sangat jelas bahwa hanya ada satu Pramuka di Indonesia. “Kalau DPR sepakat, mari buat UU Kepramukaan. Kalau DPR tidak sepakat, tidak perlu ada UU Kepramukaan,”katanya. Menpora juga menegaskan, pemerintah mendukung Gerakan Pramuka tanpa mencampuri otonomi dan independensi gerakan tersebut. Sama seperti posisi pemerintah dengan KONI. “Posisi Pramuka sama dengan KONI, pemerintah tidak mencampuri tapi memfasilitasi,” jelas Menpora. Menpora menambahkan, setelah selama ini pihaknya sering mengirim atlet-atlet ke luar negeri, sudah saatnya Kementerian Pemuda dan Olahraga juga mengirim anggota-anggota Pramuka terbaik mengikuti Jambore Internasional di luar negeri.

MENGAPA PRMUKA BERKEMAH??

Salam Pramuka! Keberadaan Gerakan Pramukadipandang merupakan suatu gerakan kepemudaan yang diproyeksikan untuk membentuk mental pemuda menjadi sosok yang migunani sesuai dengan tingkat umur dan kecakapan yang telah ditempuhnya. Sayangnya paradigma itu kini telah mengalami pergeseran seiring dengan munculnya kegiatan yang senada dengan tanpa uniform dan aturan yang jelas yang mungkin membuat membernya tidak bebas. Lain halnya dengan Gerakan Pramuka yang memiliki AD dan ART yang jelas dan disyahkan oleh pemerintah, memiliki kepengurusan yang juga jelas mulai dari gugus depan sampai Nasional. Fenomena yang terjadi pada lapisan paling depan -yang saya maksud adalah gugus depan-, sangat dipengaruhi oleh minat atau peran Kepala Sekolah yang menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gudep (eks oficio) melekat pada jabatannya. Sehingga seberapa banyak pemahaman seorang Kepala Sekolah sangat berpengaruh terhadap kegiatan (baca : perkembangan) kepramukaan di gugus depannya. Jika seorang Kepala Sekolah pernah mengalami president buruk selama menjadi peserta didik (terutama kaitannya dengan kepramukaan) maka hal ini akan berpengaruh pada policynya terhadap kegiatan kepramukaan di sekolah yang dipimpinnya. Jadi kalau boleh saya katakan jika Kepala Sekolah tidak suka dengan gerakan pramuka maka praktis tak akan ada ijin untuk berkegiatan, entah mungkin dianggap kegiatan yang tidak berguna, latihaaan terus kapan prakteknya?, menghambur-hamburkan uang dan masih seabrek alasan lain untuk meniadakan kegiatan kepramukaan. Sayangnya lagi seorang Kepala Sekolah tak juga merasa penasaran untuk meluruskan pemahamannya dengan mencari tahu aturan yang benar tentang kepramukaan itu. Sepertinya apriori yang salah tetap menjadi pegangan bagi dirinya kalau Pramuka itu tidak bermanfaat. Saya sangat merasa prihatin melihat kenyataan sekarang ini, ketika peserta didik justru dibiarkan menganggur tanpa diisi dengan hal yang lebih bermanfaat. Atau memberikan peluang beraktifitas tetapi tidak memahami rambu-rambunya, jadi semua di’iya’ni saja tidak dibenarkan apabila salah. Lho kok jadi Kepala Sekolah yang ketiban palu ya? Itulah realitas! Kemah, kenapa sih kemah segala? Kebetulan saya adalah salah satu pramuka yang mendapatkan pendidikan kepramukaan sejak siaga sampai dengan pandega sesuai dengan didaktik metodik kepramukaan, jadi tak ada mindset miring di kepala saya, dari kegiatan gugus depan, ranting, cabang, daerah dan nasional sudah saya alami, jadi ya lumayan lengkap buat referensi khususnya untuk diri saya sendiri. Salah satu kegiatan yang merupakan kegiatan besar adalah kemah, entah itu persami, kemah bhakti, ataupun kemah lainnya. Biasanya perkemahan diadakan sebagai penutupan kegiatan selama satu tahun, atau rutinitas lainnya. Materinya pun disesuaikan dengan tingkat kompetensi yang perlu dikuasai. Biasanya merupakan penilaian dari kegiatan yang sudah dilaksanakan selama satu tahun berjalan. Sayangnya, kegiatan perkemahan juga sangat dipengaruhi oleh pengalaman atau jam terbang para sangga kerjanya dan pembinanya. Kualitas kegiatan, nilai-nilai yang ditanamkan, pengaturan jadwal, layout bumi perkemahan, tata administrasi, satuan terpisah, diversifikasi kegiatan dan lain lain. Banyak manfaat yang dapat dimaknai dari kegiatan kemah, diantaranya : A. Bagi Peserta Didik 1 Melatih kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, empati, disiplin. 2 Berani dipimpin dan memimpin 3 Membiasakan diri mendahulukan kepentingan bersama daripada individu 4 Melatih mengendalikan emosi, karena semua capek, lapar dan ngantuk 5 Melatih diri menahan hawa sombong, congkak, iri, pamer 6 Latihan hidup sederhana 7 masih banyak lagi yang lain B. Bagi Sangga Kerja : 1 Melatih ketrampilan memimpin 2 Melatih mengatasi masalah, konflik 3 Melatih mengelola dan mengatur orang lain 4 Bertanggung jawab terhadap jadwal yang sudah direncanakan 5 Berlatih berkomunikasi dengan masyarakat, mempraktikkan ilmu administrasi, tata tulis, logika Masih banyak lagi yang bisa diperoleh Sebagai seorang pembina pramuka kita juga dapat menilai seperti apa sebenarnya kepribadian anak/peserta didik. Karena pada saat berkemah akan nampak seperti apa sejatinya seseorang itu. Yang biasa bersolek, maka dia juga hanya akan bersolek, yang biasa membantu orang tua di rumah, maka dia pasti dapat menyelamatkan teman-temannya dari kelaparan, yang biasanya teriak lapaaaarrrrrrrr, ya ketika dia tak kebagian nasi maka dia juga hanya akan menangis kelaparan bukannya nyalain kompor untuk masak. Tak lupa pula yang biasa ngebo maka diapun akan tertidur dengan dengkurannya. Lantas bagaimana membuat acara berkemah dapat berkesan? Sebaiknya, kegiatan kemah perlu dipersiapkan dengan matang, tak cuma yang penting kemah! Dalam berkemah seharusnya eh sebaiknya merupakan kegiatan penilaian atau evaluasi terhadap kegiatan latihan yang telah ada, bukan arena perpeloncoan, atau arena gojlokan! Sangga kerja harus mampu memilih jenis kegiatan yang mampu mengekplorasi kompetensi regu/sangganya. Misalnya kegiatan pentas seni. Bagaimana upaya sangga kerja agar para peserta kemah sudah mempersiapkan dengan baik jenis pentas yang akan dipentaskannya kelak. Biasanya acara api unggun -yang merupakan puncak acara- akan dihadiri oleh warga sekitar bumi perkemahan untuk menonton pentas seni. Jadi harus dibuat meriah dan tentunya tingkat keamanannya juga siaga penuh! Tak heran acara api unggun selesai paling cepat pukul 12 malam, nah karena acara ini betul-betul merupakan acara untuk melepas penat, lelah selama berkemah, istilahnya cooling down! Lha kalau ada acara api unggun kok selesai jam 21 lantas dimana suguhan untuk masyarakatnya ya? Berarti tak ada kreatifitas seni yang dilatih kalau begitu! Sayangnya lagi kadang-kadang orang yang belum pernah mengikuti kemah yang ‘benar’ turut andil dalam menentukan acara, jadi kegiatannya tidak berkualitas! Memang akhirnya karena begitu besar manfaat berkemah dilakukan, maka tak heran semua pangkalan gugus depan berupaya bagaimana caranya bisa berkemah, seyogyanya kakak-kakak pembina berusaha mencari tahu seperti apa to berkemah yang sesuai dengan paugerannya Gerakan Pramuka, agar kita memberikan ilmu yang benar kepada peserta didik dan mereka tak memiliki mindset yang buruk tentang pramuka. Semoga Bermanfaat!

SBY : GERAKAN PRAMUKA SELALU RELEVAN SEPANJANG ZAMAN

Jakarta: Usia Pramuka yang mencapai setengah abad harus menjadi momentum untuk meningkatkan peran dan aktivitas Pramuka. Gerakan Pramuka selalu relevan dengan perkembangan zaman, membangun karakter pejuang. Hal ini dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam amanatnya sebagai Pembina Upacara pada peringatan ke-50 Hari Pramuka, di Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta, Minggu (14/8) sore. Sejarah mencatat dengan tinta emas peran penting dan strategis Gerakan Pramuka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sejak zaman kolonial hingga saat ini. “Pada masa-masa awal kebangkitan nasional, di era pergerakan nasional tahun 1920-an, para anggota Pramuka atau kepanduan ketika itu ikut serta dalam membangkitkan semangat kebangsaan dan berperan aktif dalam menggalang semangat persatuan,” Presiden menjelaskan. Pramuka juga mengisi kemerdekaan dengan berbagai aktivitas pembangunan dan mengambil peran besar sebagai wadah pendidikan karakter, untuk menyemai tunas-tunas muda menjadi pemimpin bangsa masa depan. “Gerakan Pramuka selalu relevan dengan perkembangan zaman. Gerakan Pramuka, dengan banyak aktivitas positif di dalamnya, memiliki peran konstruktif dalam mencetak generasi muda yang berkarakter kuat,” SBY menambahkan. Menurut Presiden, karakter pemuda dan pemudi bangsa Indonesia menjadi penting karena bangsa dan negara yang kuat dilandasi oleh karakter yang kuat. “Bangsa kita dapat tegak berdiri karena karakter pejuang yang rela mengorbankan jiwa dan raganya bagi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bangsa kita tidak pernah mengenal kata menyerah, apakah itu melawan penjajahan, melawan ketidakadilan, melawan kemiskinan, serta menghadapi berbagai bencana alam dan tantangan-tantangan krisis,” uSBY menegaskan. Meskipun selalu ada tantangan dan ujian sejarah, bangsa Indonesia tetap rukun dan bersatu karena memiliki karakter dan jati diri bangsa yang berdasarkan Pancasila. “Ingat, sesungguhnya kita adalah bangsa yang berbudi luhur, bangsa yang ramah dan toleran. Bangsa yang selalu guyub dan bergotong royong, penuh tenggang rasa, dan tepo saliro dalam hubungan kekerabatan yang tinggi. Itulah karakter bangsa kita yang luhur. Karakter yang harus terus kita gelorakan,” Presiden menandaskan. (presiden.go.id)

DETIK KELAHIRAN PRAMUKA

Latar Belakang Lahirnya Gerakan Pramuka Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960. Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu. Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8). Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961. Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu. Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial). Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka. Kelahiran Gerakan Pramuka Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu 1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA · Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA. · Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA. 2. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA. Gerakan Pramuka Diperkenalkan Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan\ Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya. Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian. Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang. Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari. Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh. Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari. Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta. Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai. Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka Diperoleh: “http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Gerakan_Pramuka_Indonesia” Catatan redaksi : Ada Sesuatu yang menarik, mengapa yang menandatangani Kepres Tentang Gerakan Pramuka adalah Ir. Juanda ? Bilamana Presiden saat itu tengah mengadakan kunjungan ke Jepang, mengapa tidak menunggu beliau pulang dari lawatannya ? Andakah yang tahu ?

MOTTO GERAKAN PRAMUKA

Motto Gerakan Pramuka merupakan bagian terpadu proses pendidikan untuk mengingatkan setiap anggota Gerakan Pramuka bahwa setiap megikuti kegiatan berarti mempersiapkan diri untuk mengamalkan kode kehormatan Pramuka. Motto Gerakan Pramuka adalah “ SATYAKU KUDARMAKAN DARMAKU KUBAKTIKAN “ Manfaat Motto Gerakan Pramuka terhadap Jiwa anggota Pramuka, antara lain : Menanamkam rasa percaya diri.Menambah semangat pengabdian pada masyarakat, bangsa dan negara.Siap mengamalkan Satya dan Darma Pramuka.Rasa bangga sebagai Pramuka.Memiliki Buadaya Kerja yang dilandasi pengabdiannya. Motto Gerakan Pramuka wajib dihayati dan selalu diingat bagi anggota Pramuka dalam merealisasikan pengamalan Satya dan Darma Pramuka dalam kehidupan sehari hari. Untuk meningkatkan kebanggaan dan kekompakan dalam satuan Gerakan Pramuka (mis. Ambalan), disamping wajib menggunakan Motto Gerakan Pramuka juga diperbolehkan membuat motto Satuan di satuan masing-masing.

METODE KEPRAMUKAAN

(1) Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui:
a. Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka;
b. Belajar sambil melakukan;
c. Sistem berkelompok;
d. Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan           perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda;
e. Kegiatan di alam terbuka;
f. Sistem tanda kecakapan;
g. Sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri;
h. Kiasan dasar;

 (2) Metode Kepramukaan pada hakekatnya tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar Kepramukaan. Keterkaitan itu terletak pada pelaksanaan Kode Kehormatan.

(3) Metode Kepramukaan sebagai suatu sistem, terdiri atas unsur-unsur yang merupakan subsistem terpadu dan terkait, yang tiap unsurnya mempunyai fungsi pendidikan yang spesifik dan saling memperkuat serta menunjang tercapainya tujuan.

KODE KEHORMATAN PRAMUKA

Kode Kehormatan: (1) Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan. (2) Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Janji yang disebut Satya adalah: a. Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan; b. Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji; c. Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi, mental, moral, ranah spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisiknya, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya. (3) Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Ketentuan Moral yang disebut Darma adalah: a. Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur. b. Upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong anggota Gerakan Pramuka menemukan, menghayati, mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota. c. Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong; d. Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka, dengan landasan Ketentuan Moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota, pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan. (4) Kode Kehormatan Pramuka adalah Budaya Organisasi Gerakan Pramuka yang melandasi sikap, tingkah laku anggota Gerakan Pramuka dalam hidup dan kehidupan berorganisasi. (5) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya.

Senin, 30 April 2012

PRAMUKA BLOG

Blog Pengurus Visi Misi Profil Agenda Buku Tamu Photo Galeri Cuplikan Pers Archive for the 'Pionering Dasar' Category Alat dan Cara Pengiriman Isyarat dengan Morse Published March 1, 2011 Pionering Dasar Leave a Comment Kita mengenal berbagai macam cara dan alat untuk menyampampaikan isyarat morse antara lain sebagai berikut ALAT CARA Peluit Bunyi Panjang dan Pendek Bendera Kibaran Panjang dan Pendek Api/ Cahaya Nyala Pendek dan Panjang A s a p Gumpalan Kecil dan Besar Telegrap Tulisan Titik dan Garis Cermin dengan bantuan cahaya matahari Sinar Sebentar dan Lama Berikut ini aneka arti untuk pengiriman tanda morse dengan menggunakan peluit atau lainnya : Untuk menyampampaikan isyarat morse dengan alat bendera dilakukan seperti di bawah ini : Image Untuk menyampampaikan isyarat morse dengan alat bendera dilakukan seperti di bawah ini : Image Tali-temali Published February 2, 2011 Pionering Dasar 1 Comment Tali temali – 01 Simpul dan Tali-temali Simpul adalah ikatan pada tali atau tambang yang dibuat dengan sengaja untuk keperluan tertentu. Ikatan itu sendiri, khususnya yang digunakan pada saat Panjat Tebing, terbagi kedalam empat macam. Klik pada rantai tulisan bergaris bawah untuk keterangan dan gambar lebih jelas tentang beragam simpul dan cara membuatnya. PERINGATAN! Semua tutorial pembuatan simpul dan mekanisme teknis panjat memanjat enggak bisa dipelajari dari sekedar membaca artikel. Carilah nasehat profesional langsung dari para ahli karena kesalahan dalam pembuatan dan penggunaan bisa berakibat FATAL. Simpul Pengunci/ Kancing (Stopper Knots): simpul yang dibuat untuk menghindari lepasnya ujung atau ekor tali dari ikatan yang berbentuk lingkaran pada tali tersebut. Dengan adanya simpul pengunci ini ujung tali akan terjerat/ terkunci sekiranya ekor tali tersebut akan terlepas/ keluar dari satu lubang tertentu. Simpul Penyambung (Bends): simpul yang digunakan untuk menyambung dua tali/ tambang untuk menghasilkan tali gabungan yang lebih panjang. Simpul ini bisa digunakan juga pada dua tali yang ukuran diameternya berbeda. Simpul Melingkar (Loops): seperti yang disebutkan oleh namanya, simpul yang satu ini membentuk satu lingkaran atau lebih, biasa juga disebut mata, dan umumnya dibuat pada bagian ekor tali/tambang. Simpul ini kuat dan sangat tidak mudah terlepas. Simpul Pengikat (Hitches): simpul yang diikat pada benda atau objek lain, contohnya karabiner atau alat proteksi tradisional. Benda/ objek lain ini bisa juga tali/ tambang lain yang bukan digunakan untuk mengikat simpul ini (simpul tali yang diikatkan ke tali lain). Simpul Pengikat Harnes Ada 2 simpul yang paling populer untuk mengikat tali ke harness. 1. Simpul Figure Eight (Bentuk Angka Delapan) Semua pemanjat tebing harus tau simpul ini dan barangkali hampir 90% pemanjat tebing didunia menggunakan simpul ini pada saat mereka memanjat. Kalo kamu manjat dengan pemanjat yang enggak tau simpul ini, perlu dipertanyakan kamampuan pemanjat tsb (jangan manjat ama dia!). Kelebihan: - Simpul ini mudah untuk dipelajari dan mudah untuk dicek - Simpul ini memiliki kekuatan 75-80 %. Jadi simpul Figure Eight ini lebih kuat dibandingkan simpul Bowline. Kelemahan: Kalo kamu sering jatuh dan menggantung pada simpul ini, setelah pemanjatan selesai maka simpul ini akan sangat erat dan susah dilepas. Ini bisa menjadi satu kelebihan kalo kamu memang masih terus memanjat dan ingin tetap terikat kuat dengan talinya. Satu cara melepas ikatan ini yaitu dengan memegang dua sisi angka delapan-nya masing2 dengan tangan kanan dan kiri kemudian goyang2kan kedua tangan tsb keatas dan kebawah berulang2 seperti saat kita mau mematahkan/membengkokkan sebatang tongkat. Dengan cara ini biasanya simpul figure eight akan menjadi lentur dan lebih mudah dilepas. 2. Simpul Double Bowline Kelebihan: – Lebih mudah untuk dilepas/ diurai meskipun pemanjat jatuh berkali2 dan mempererat simpul tsb. Kelemahan: Belajar mengikat simpul ini enggak semudah mengikat simpul Figure Eight. Tidak sekuat simpul Angka Delapan Kekuatan 70-75%. Agak sulit untuk mengecek benar tidaknya ikatan pada simpul ini. Sering2 di cek terutama bagi mereka yang baru belajar mengikat simpul ini. Usahakan selalu mengikat kedua simpul ini langsung ke lubang ikatan harness dan jangan menyambung simpul ditambang tsb ke harness menggunakan karabiner. Bagaimanapun juga karabiner bisa gagal dan tidak berfungsi, apakah karena rusak atau kita lupa menguncinya. Ingat! Setiap kali mengikat simpul sisihkan tali ekor yang cukup panjang dan ikatlah simpul pengunci seperti simpul nelayan (fisherman’s knot) atau paling tidak overhand knot. (simpul nelayan lebih disukai karena lebih kuat dan tidak mudah lepas). Penggunaan simpul Bowline untuk mengikat harnes sudah tidak dianjurkan meskipun simpul ini aman dan masih sering digunakan untuk pembuatan jangkar pengaman/ anchor. Translate Bahasa Inggris [English] Tri Bendera Admin Situs Register Log in Entries RSS Comments RSS WordPress.com Arsip Blog October 2011 August 2011 June 2011 April 2011 March 2011 February 2011 January 2011 Tulisan Populer Kegiatan Kwarran Bekasi Timur UPACARA PEMBUKAAN DI SATUAN PRAMUKA PENGGALANG Kak Kwarnas lantik Pengurus Antar Waktu Dewan Kerja Nasional Masa Bakti 2008-2013 Contoh Pembuatan Papan Nama Gudep Image Pembinaan Pramuka Belum Berubah? Gerakan Pramuka Perlu Revitalisasi Korban Akibat Tsunami Jepang Terus Bertambah Jepang Dilanda Tsunami Dasyat Pedoman Pendirian Gugus Depan Petunjuk Pelaksanaan Jamnas IX Tahun 2011 Peta Panorama Mengenali Tanda Alam Download PP/ SK CARA MEMBUAT LAPORAN KEGIATAN Berkemah yang baik Film dan Games Pramuka Alat dan Cara Pengiriman Isyarat dengan Morse Anggota Pramuka Punya Peluang Jadi Bintang Film STRUKTUR ORGANISASI DEWAN KERJA PENEGAK Tanda Atribut Siaga Putri Tanda Atribut Siaga Putra Tanda Atribut Penggalang Putri Tanda Atribut Penggalang Putra Tanda Jabatan Pimpinan Saka Wira Kartika TEKNIK KEPRAMUKAAN Tali-temali LANDASAN HUKUM GERAKAN PRAMUKA Kode Kehormatan Tingkatan dalam Pramuka Sejarah Pramuka Indonesia Dasa Darma, Trisatya dan Masalahnya Selamat Datang di Gerakan Pramuka Kwarran Bekasi Timur Katagori Download Kepengurusan Kepramukaan Pendapat Pakar Pionering Dasar Seni Tanda Jabatan Tekpram Uncategorized Pengunjung Online [”Click] Presiden RI Pertama Bung Karno Blogroll Belajar Tali-menali Online Situs Kaje Geer Situs KKG Gugus VIII Situs KKG Gugus XII Situs KKG Kec. Bekasi Timur Situs Kwarnas Situs SDN Duren Jaya II Situs SDN Margahayu XVIII Facebook Facebook Lagu Pramuka MP3 Download Lagu-lagu Pramuka MP3 Pamuka Sejati Alam Bebas 1 Alam Bebas 2 Apa Guna Keluh Kesah Api Unggun Ayo Jalan Berkemah Cinta Negeri Di Sini Bertemu Lagi Di Sini Senang di Sana Senang Satya Darma Pramuka Kwarran Bekasitimur